Ada Misteri Batu Berjalan di Death Valley, Ini Logika Ilmiahnya

Misteri batu berjalan Death Valley. Jika Anda kebetulan sedang travelling ke Taman Nasional Death Valley di California, Amerika Serikat, sempatkan melihat fenomena alam di mana batu-batu berjalan dengan sendirinya di sebuah danau yang mengering di Racetrack Playa.

Tapi sayangnya, fenomena bergeraknya batu ini hanya terjadi selama beberapa menit setiap tahunnya. Ketika terjadi, batu pun tak selalu bergerak dengan cepat.

Kadang dengan kecepatan 16 kilometer per jam, yang berarti bergerak hingga lebih dari 60 meter selama 16 menit. Tak jarang pula batu-batu itu bergerak hanya sampai beberapa meter dalam beberapa jam saja.

Jika Anda melihat batu-batu di sana bergerak dengan sendirinya, maka Anda mungkin termasuk orang yang beruntung. Karena butuh waktu yang tepat untuk melihat momen di mana batu-batu berjalan dengan sendirinya, tanpa bantuan apa pun.

Boleh dibaca : Catatumbo Lighting, Fenomena Tiada Hari Tanpa Sambaran Petir

misteri batu berjalan death valley

Fenomena Sailing Stone


Fenomena alam ini pernah menjadi misteri tersendiri bagi para ilmuan. Para ilmuan telah meneliti fenomena unik ini sejak tahun 1940, namun tak terlalu serius diteliti.

Kemudian, beberapa tahun yang lalu, seorang insinyur dari NASA bernama Jim Norris, sangat penasaran dengan fenomena alam ini.

Ia pun mengajak saudaranya bernama Richard Norris untuk ikut meneliti fenomena di Taman Nasional Death Valley, California, Amerika Serikat ini.

batu berjalan di death valley

Penelitian yang disebut oleh mereka sebagai Slithering Stones Research Initiative, dilakukan dengan menunggu musim dingin yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 2011.

Keduanya membawa 15 buah batu untuk ditaruh di Taman Nasional Death Valley yang kemudian dilacak menggunakan GPS. Mereka juga memasang stasiun cuaca untuk melacak seberapa besar hembusan angin di danau tersebut.

Mereka kemudian menunggu batu bergerak dengan sendirinya. Hasil pun mengatakan sebaliknya – tak ada satu pun batu yang bergerak sendiri. Padahal semua batu percobaan telah dipasangi GPS untuk dilacak pergerakannya.

Meski musim dingin, tak ada air sedikit pun di danau tersebut. Selain itu, hipotesis yang mengatakan bahwa hembusan anginlah yang menggerakkan batu tersebut, ternyata tak terbukti.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya November 2013, Jim Norris dan Richard Norris bertemu dengan peneliti lain yang bernama Ralph Lorenz. Ia diketahui pernah meneliti batu berjalan di Death Valley sejak 2006. Pada saat itu, ia sedang fokus meneliti planet Mars.

Karena awalnya memang terkagum-kagum dengan fenomena batu berjalan ini, ia pun kembali ikut Jim Norris dan Richard Norris untuk meneliti apa yang menyebabkan batu berjalan dengan sendirinya di danau Racetrack Playa.

Di tahun yang sama, kondisi danau Racetrack Playa menunjukkan kondisi yang ideal untuk diteliti. Musim dingin di Amerika Serikat membuat air danau tertutup lapisan es yang tipis di atas permukaannya. Bahkan hingga tak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Lapisan es tipis inilah yang dianggap sebagai penyebab utama kenapa batu-batu di Racetrack Playa dapat bergerak dengan sendirinya. Lapisan es tersebut mendorong batu bergerak dan bergeser hingga mencapai jarak ratusan meter.

Artikel terkait : Gravity Hill, Fenomena Alam Penyebab Tanjakan/Turunan Jadi Terbalik

batu bergerak di atas permukaan es

Norris bersaudara melihat fenomena itu, lalu mengabadikannya pada 4 Desember dan 20 Desember di tahun 2013. Mereka menggunakan teknik fotografi time-lapse yang menangkap gambar dari batu-batu yang bergerak di Racetrack Playa dengan kecepatan 15 kaki (sekitar 3 sampai 5 meter) per menit.

Mereka pun menganggap diri mereka sebagai orang pertama yang melihat fenomena ini secara langsung, pada  momen yang tepat, karena ada enam puluh batu yang bergerak dan bergeser dengan sendirinya hingga 224 meter. Momen paling istimewa dan langka.

Hipotesis yang menyatakan bahwa hembusan anginlah yang menyebabkan batu bergerak sendiri, kini hanyalah mitos belaka. Mereka memastikan penyebab utamanya tak lain adalah lapisan es transparan dan hanya muncul ketika musim dingin tiba.

Kalo Anda masih penasaran, tonton langsung videonya di bawah ini :



0 komentar