Gravity Hill, Fenomena Alam Penyebab Tanjakan/Turunan Jadi Terbalik

Ada fenomena alam rada aneh di beberapa tempat di dunia yang memiliki keganjilan pada pola gravitasi. Di tempat ini, sebuah mobil yang tidak menyala dapat bergerak menanjak bukit dengan sendirinya. Sebaliknya, para pesepeda justru kesulitan mengayuh sepeda saat jalan menuruni bukit.

Fenomena ini dinamakan “gravity hills”. Secara natural dapat ditemukan di beberapa tempat seperti Confusion Hill di California dan Magnetic Hill di Kanada.

Ada yang bilang ini fenomena aneh buatan manusia dengan cara menimbun magnet raksasa di dalam tanah sehingga mobil dapat menanjak bukit meskipun mesin dalam kondisi mati. (kayak kurang kerjaan aja tuh orang...)

fenomena alam gravity hill

Padahal, jika Anda perhatikan lebih dekat lagi, ini tak lebih dari sekedar fenomena biasa. Ada puluhan fenomena “gravity hill” yang tersebar di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, United Kingdom, Australia, Brasil, dan Italia, semuanya memiliki fenomena aneh yang sama, di mana Anda dapat membuat mobil menanjak dengan sendirinya.

Jika benar ini fenomena palsu akibat tertarik oleh magnet, maka bola ini tentu tak dapat ikut tertarik menanjak bukit dengan sendirinya bukan?

Keanehan lainnya : Ada Misteri Batu Berjalan di Death Valley, Ini Logika Ilmiahnya

ball-hill

Logika Ilmiah di Balik "Gravity Hill"


Anda tentu berpikir, bagaimana fenomena ini dapat terjadi. Kok bisa?

Well, ternyata ini bukanlah benar-benar sebuah fenomena. Bukan gravitasi di tempat tersebut yang ganjil. Juga bukan karena adanya magnet yang sengaja ditimbun.

Anda pasti tak akan menduga bahwa fenomena ini hanyalah ilusi optik yang membuat mata melihat “tanjakan” dan “turunan” secara terbalik. Padahal, tak ada yang janggal di sini. Semua normal, kecuali sudut pandang mata kita sendiri.

Ini bukti bahwa kita terlalu banyak bergantung pada mata, dan melupakan hal-hal lain yang dapat kita lihat melalui cara yang lain. Padahal, jika dilihat lebih seksama lagi, fenomena “gravity hill” hanya soal sudut pandang indra penglihatan kita.

Seorang ahli fisika, Brock Weiss dari Pennsylvania State University dalam sebuah diskusi di Discoveries and Breakthroughs in Science tahun 2006 menjelaskan,  “Pemandangan tersebut memiliki posisi miring yang menimbulkan efek bahwa kita sedang menanjak,”.

“Kita memang bergerak menuruni bukit, meski otak memberi sinyal penampakan bahwa kita sedang menanjak.”

Menurut para psikolog, semua keanehan ini hanya soal horizon. Horizon dikaburkan di dalam area yang kita sebut fenomena “gravity hill”, sehingga kita tak punya lagi titik yang layak untuk dijadikan bukti bahwa kemiringan bukit sebenarnya terbalik antara tanjakan dan turunan.

Keunikan lainnya :  Air Keran Berwarna Merah Darah, Warga Kanada Geger

Untuk terus mendapatkan informasi soal fenomena ini, para psikolog mencari tahu di Aryshire, Skotlandia.

“Kami sedang berdiri di atas dataran yang miring,” kata psikolog dari Britania Raya Rob Macintosh dari University of Edinburgh yang juga menjelaskan di sebuah video YouTube di bawah ini.



“Seluruh pemandangan terlihat miring di sini, dan jalannya pun miring dengan arah yang sama, namun sedikit berbeda, sehingga kemiringan relatifnya terbalik.”

Dan inilah video fenomena “gravity hill” yang terjadi di Pennsylvania:



Sebuah studi pada tahun 2003 juga menunjukkan bahwa hilangnya penampakan horizon dapat mengacaukan perspektif kita tentang “gravity hill”. Cara untuk mengatasi ini adalah dengan membuat antigravitasi untuk melihat bagaimana benda bereaksi melawan gravitasi.

Mereka menemukan bahwa tanpa penampakan horizon yang nyata, pohon dan tanda-tanda jalan yang terletak di atas daratan ikut menipu mata manusia.

Seperti yang dilaporkan tim di Psychological Science:
“Kami menemukan bahwa kemiringan bergantung pada tinggi dari horizon yang terlihat; permukaan kemiringan tersebut cenderung terhitung relatif kepada ‘horizontal plane’; dan ketika didahului, diikuti, atau berada di samping lereng turunan yang curam – akibatnya turunan tersebut tampak seperti tanjakan,”

Jadi intinya, fenomena “gravity hill” ternyata hanya soal perspektif atau sudut pandang orang yang melihatnya. Ketika berada di tempat dengan “gravity hill”, yang ia lihat adalah kemiringan yang “tanjakan” dan “turunannya” tampak terbalik.

0 komentar